QolamNews – Pemerintah resmi mengganti nama Jalan Tol Probowangi menjadi Tol Prosiwangi.
Nama baru ini mencerminkan wilayah yang terlibat langsung dalam trase tol, yaitu Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi.
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengumumkan perubahan tersebut melalui kanal resmi Kementerian PUPR.
Langkah ini menegaskan posisi Situbondo sebagai bagian penting dari jaringan transportasi di kawasan Tapal Kuda.
Tol Prosiwangi merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dirancang untuk mempercepat konektivitas kawasan timur Jawa.
Pemerintah menargetkan tol ini menjadi penggerak ekonomi baru melalui efisiensi logistik dan peningkatan mobilitas masyarakat.
Daftar Isi
Bupati Situbondo Tinjau Infrastruktur Pendukung
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, meninjau pembangunan akses jalan kabupaten di Desa Tepos, Kecamatan Banyuglugur.
Ia memastikan jalur penunjang menuju tol dapat berfungsi optimal. Menurutnya, percepatan pembangunan akses lokal akan membuat manfaat tol terasa lebih cepat oleh masyarakat.
Mas Rio menilai tol ini bukan hanya jalur transportasi baru, tetapi juga peluang besar bagi Situbondo.
Mobilitas barang menjadi lebih cepat, biaya distribusi lebih ringan, dan peluang investasi meningkat.
Ia menyoroti sektor pariwisata, perikanan, dan pertanian sebagai bidang yang berpotensi berkembang pesat berkat akses yang lebih mudah.
Progres Pembangunan Tol Prosiwangi
Pembangunan Tol Prosiwangi terbagi ke dalam beberapa seksi. Dua seksi awal, yaitu Seksi 1 (Gending–Kraksaan) dan Seksi 2 (Kraksaan–Paiton), sudah memasuki tahap uji layak fungsi.
Pemerintah menargetkan keduanya beroperasi pada masa Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Sementara itu, Seksi 3 (Paiton–Besuki) mencapai progres konstruksi lebih dari 85 persen.
Dengan nilai investasi sekitar Rp21 triliun, tol ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh Banyuwangi–Probolinggo hingga menjadi sekitar 45 menit. Waktu perjalanan sebelumnya bisa mencapai lebih dari dua jam.
Situbondo Bersiap Menyambut Perubahan
Bupati Rio menegaskan bahwa kesiapan jalan kabupaten menjadi faktor penting. Ia ingin setiap wilayah memiliki akses yang layak menuju pintu tol agar dampaknya merata.
Pelaku UMKM juga berpotensi menikmati keuntungan dari perbaikan konektivitas ini.
Tol Prosiwangi membuka peluang besar bagi Situbondo. Perubahan nama bukan sekadar penyesuaian istilah, tetapi langkah strategis untuk menciptakan integrasi antarwilayah.
Dengan konektivitas yang lebih cepat, Situbondo berkesempatan memperkuat posisi ekonominya dan menjadi bagian penting dalam jalur logistik regional.











