QolamNews – BPJS Kesehatan terus memperkuat layanan digital melalui pengembangan Aplikasi Mobile JKN yang kini dilengkapi fitur kecerdasan buatan (AI).
Pembaruan ini memungkinkan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memantau gaya hidup sehat, mengingatkan waktu minum obat, dan melakukan skrining kesehatan mandiri langsung dari ponsel.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, mengatakan inovasi ini merupakan bagian dari transformasi digital BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan mendukung sistem kesehatan nasional yang lebih efisien.
“Melalui pemanfaatan AI dan Internet of Things (IoT), kami ingin peserta lebih mudah menjaga kesehatan secara mandiri, tidak hanya menunggu saat sakit,” ujarnya dalam kegiatan Jambore Puskesmas Nasional (Jampusnas) di Yogyakarta.
Daftar Isi
Fitur AI untuk Pengingat Obat dan Pemantauan Gaya Hidup Sehat
Fitur baru pada Aplikasi Mobile JKN memiliki dua fungsi utama: pengingat obat digital dan pemantauan gaya hidup sehat.
Sistem AI akan mengirimkan notifikasi kepada peserta untuk minum obat sesuai jadwal, sekaligus memberikan saran kesehatan berdasarkan pola aktivitas pengguna.
Selain itu, AI juga membantu melakukan skrining kesehatan mandiri untuk mendeteksi risiko penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, kanker paru-paru, dan PPOK.
Dengan cara ini, peserta dapat lebih cepat mengambil langkah pencegahan dan konsultasi dengan fasilitas kesehatan (faskes) terdekat.
Fitur Face Recognition dan Skrining Digital Terpadu
BPJS Kesehatan juga memperkenalkan FRISTA (Face Recognition Identification System for Mobile JKN) yang memungkinkan peserta melakukan verifikasi wajah secara digital.
Fitur ini mempercepat proses pendaftaran dan pelayanan di puskesmas atau rumah sakit tanpa perlu membawa kartu fisik.
Fitur skrining digital kini terintegrasi di berbagai kanal seperti Aplikasi Mobile JKN, situs resmi BPJS Kesehatan, Pandawa WhatsApp BPJS, dan aplikasi P-Care di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).
Langkah ini memperluas akses layanan kesehatan berbasis teknologi di seluruh wilayah Indonesia.
Tantangan dan Arah Penguatan Layanan Kesehatan Nasional
Meski transformasi digital terus berjalan, tantangan di sektor kesehatan masih besar. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat masih ada lebih dari 2.300 puskesmas yang melayani penduduk di atas kapasitas ideal, serta ratusan kecamatan yang belum memiliki puskesmas.
Sebagai respons, pemerintah menetapkan tiga fokus transformasi layanan kesehatan nasional:
- Transformasi layanan primer – memperkuat edukasi dan pencegahan penyakit.
- Transformasi layanan rujukan – meningkatkan mutu layanan tingkat lanjut.
- Transformasi ketahanan kesehatan – memperkuat sektor farmasi dan alat kesehatan.
Mendorong Kesadaran Gaya Hidup Sehat di Era Digital
BPJS Kesehatan berharap kehadiran Aplikasi Mobile JKN dengan fitur AI tidak hanya memudahkan administrasi peserta, tetapi juga mendorong kesadaran terhadap gaya hidup sehat berbasis digital.
Dengan lebih dari 283 juta peserta, sistem JKN menjadi tulang punggung perlindungan kesehatan masyarakat Indonesia.
Ali Ghufron menegaskan, inovasi ini bukan sekadar pembaruan aplikasi, melainkan langkah strategis menuju ekosistem kesehatan digital nasional yang lebih inklusif, efisien, dan berorientasi pada pencegahan penyakit.












