Scroll untuk baca artikel
Nasional

Hari Gizi Nasional: Kepala BGN Tegaskan Makanan Nikmat Belum Tentu Bergizi, Ini Pesan Pentingnya

×

Hari Gizi Nasional: Kepala BGN Tegaskan Makanan Nikmat Belum Tentu Bergizi, Ini Pesan Pentingnya

Sebarkan artikel ini
Upaya BGN dalam Distribusi Makanan Bergizi Gratis Melalui 190 Dapur Layanan
Upaya BGN dalam Distribusi Makanan Bergizi Gratis Melalui 190 Dapur Layanan | Source Photo by https://curupekspress.disway.id/

QolamNews – Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional setiap 25 Januari, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengingatkan masyarakat agar tidak menilai makanan hanya dari rasa. Ia menegaskan bahwa makanan yang terasa nikmat belum tentu mengandung gizi yang dibutuhkan tubuh.

Dadan menyampaikan pesan tersebut untuk mendorong kesadaran publik agar lebih cermat memilih asupan harian. Menurutnya, masyarakat perlu memperhatikan kandungan gizi dan proporsi makan, bukan sekadar mengejar rasa lezat.

Konsumsi Manis dan Gorengan Perlu Dikendalikan

Dadan menyoroti kebiasaan masyarakat yang gemar mengonsumsi makanan manis, gorengan, serta minuman tinggi gula. Ia meminta masyarakat mengendalikan konsumsi jenis makanan tersebut agar tidak memicu masalah kesehatan.

Ia menegaskan bahwa masyarakat boleh mengonsumsi makanan favoritnya, tetapi harus membatasi jumlah dan frekuensinya. Pola makan yang tidak seimbang dalam jangka panjang dapat memicu obesitas dan penyakit tidak menular lainnya.

Baca Juga  Upaya BGN dalam Distribusi Makanan Bergizi Gratis Melalui 190 Dapur Layanan

Hari Gizi Nasional Dorong Edukasi Gizi Seimbang

Menurut Dadan, Hari Gizi Nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat edukasi tentang gizi seimbang. Ia menilai masih banyak orang yang menganggap makanan mengenyangkan sudah cukup, padahal tubuh memerlukan kombinasi nutrisi yang tepat.

Tubuh membutuhkan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam proporsi seimbang agar dapat berfungsi optimal. Tanpa keseimbangan tersebut, risiko gangguan kesehatan akan meningkat.

Pentingnya Memahami Angka Kecukupan Gizi

Dadan menekankan pentingnya memahami Angka Kecukupan Gizi (AKG) sesuai usia dan tingkat aktivitas. Ia menjelaskan bahwa tubuh manusia membutuhkan sekitar 1.200 kalori per hari hanya untuk menjalankan fungsi dasar seperti bernapas dan bergerak ringan.

Kebutuhan energi akan meningkat seiring dengan aktivitas fisik, seperti bekerja atau berolahraga. Oleh karena itu, masyarakat perlu menyesuaikan asupan makanan dengan aktivitas sehari-hari.

“Bernapas saja membutuhkan energi, apalagi jika kita bekerja atau berolahraga. Karena itu, kita harus menyesuaikan asupan makanan dengan kebutuhan tubuh,” ujar Dadan.

Baca Juga  Upaya BGN dalam Distribusi Makanan Bergizi Gratis Melalui 190 Dapur Layanan

Peran Orang Tua dalam Mencegah Stunting

Selain menyasar masyarakat umum, pesan Hari Gizi Nasional juga menyasar para orang tua. Dadan menekankan pentingnya pemenuhan gizi sejak dini untuk mencegah stunting pada anak.

Ia menjelaskan bahwa kekurangan gizi kronis pada masa pertumbuhan dapat menghambat perkembangan anak dan sulit diperbaiki saat dewasa. Karena itu, orang tua perlu memastikan anak mengonsumsi makanan bergizi seimbang setiap hari.

Keluarga Berperan Bentuk Pola Makan Sehat

Dadan menilai keluarga memegang peran penting dalam membentuk kebiasaan makan sehat. Orang tua dapat menyediakan makanan bergizi seimbang dengan memperhatikan kualitas, kuantitas, dan variasi menu.

Selain itu, keluarga juga perlu memperhatikan kebersihan makanan dan kecukupan nutrisi agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Pola Makan Sehat Berdampak pada Ekonomi

Dari sisi ekonomi, Dadan menilai perbaikan pola makan masyarakat dapat menekan beban biaya kesehatan. Masyarakat yang sehat akan mengurangi risiko penyakit yang sebenarnya bisa dicegah melalui pola makan yang baik.

Baca Juga  Upaya BGN dalam Distribusi Makanan Bergizi Gratis Melalui 190 Dapur Layanan

Dengan kondisi kesehatan yang lebih baik, negara dapat mengalokasikan anggaran kesehatan secara lebih efisien untuk program lain yang produktif.

Program Makan Bergizi Gratis Terus Diperkuat

BGN terus mendorong berbagai program perbaikan gizi, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah. Program ini bertujuan memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi sesuai standar nasional.

Melalui program tersebut, BGN berharap dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.

Kesadaran Individu Menjadi Kunci Utama

Dadan menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga gizi tidak hanya berada di tangan pemerintah. Setiap individu dan keluarga perlu membangun kesadaran untuk memilih makanan yang lebih sehat.

Ia mengajak masyarakat agar lebih selektif memilih makanan, memahami kandungan gizi, serta mengatur proporsi makan secara tepat. Peringatan Hari Gizi Nasional diharapkan dapat mengingatkan bahwa kesehatan berawal dari apa yang dikonsumsi setiap hari.

Makanan lezat memang menggugah selera, tetapi makanan bergizi seimbang menjadi investasi jangka panjang bagi kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia.