Scroll untuk baca artikel
Bencana Alam

Korban Banjir & Longsor Sumatra Terbaru: 753 Meninggal, 650 Hilang (Update 3 Desember 2025)

×

Korban Banjir & Longsor Sumatra Terbaru: 753 Meninggal, 650 Hilang (Update 3 Desember 2025)

Sebarkan artikel ini

QolamNews Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunjukkan dampak yang semakin besar.

BNPB merilis pembaruan data pada 3 Desember 2025 dan mencatat 753 korban meninggal dunia, 650 orang hilang, serta 2,6 ribu warga terluka.

Bencana ini juga meninggalkan kerusakan material masif. Total rumah rusak tercatat:

  • Rusak berat: 3,6K unit
  • Rusak sedang: 2,1K unit
  • Rusak ringan: 3,7K unit

Dampak terhadap masyarakat sangat luas. Data BNPB menunjukkan:

  • Sumatera Utara terdampak: 1,7 juta jiwa
  • Sumatera Barat terdampak: 141,8 ribu jiwa
  • Aceh terdampak: 1,5 juta jiwa

Sementara itu, jumlah warga yang harus mengungsi mencapai 576,3 ribu jiwa.

Daftar Isi

Baca Juga  Prabowo Tinjau Lokasi Bencana di Tapanuli Tengah: Dari Dapur Umum hingga Pelukan Hangat bersama Bocah Korban

Aceh – 218 Tewas, 227 Hilang, 1,8k Terluka (Update Resmi BNPB)

Data terbaru dashboard BNPB per 3 Desember 2025 menunjukkan Aceh menjadi salah satu wilayah paling terdampak dengan angka korban yang signifikan.

1. Data Dampak Aceh:

  • Meninggal: 218 jiwa
  • Hilang: 227 jiwa
  • Terluka: 1,8 ribu jiwa
  • Penduduk Terdampak: 1,5 juta jiwa
  • Jumlah Pengungsi: 449,6 ribu orang

2. Kerusakan Rumah di Aceh:

  • Rusak Berat: 2,5K unit
  • Rusak Sedang: 1,6K unit
  • Rusak Ringan: 1,3K unit

3. Kerusakan Fasilitas Umum di Aceh:

  • Jembatan: 43,4%
  • Fasilitas Pendidikan: 43,62%
  • Fasilitas Peribadatan: 12,98%

Banyak wilayah di Aceh masih sulit dijangkau akibat jembatan putus dan jalan amblas. Tim SAR terus melakukan penyisiran di daerah yang terdampak paling parah.

Baca Juga  Komdigi Serahkan 20 Perangkat Starlink untuk Percepat Komunikasi Penanganan Bencana di Aceh

Sumatera Barat: 234 Tewas, 260 Hilang, 111 Terluka

Data terbaru pada 3 Desember 2025 untuk wilayah Sumatera Barat menunjukkan peningkatan signifikan pada jumlah korban.

1. Data Dampak Sumatera Barat:

  • Meninggal: 234 jiwa
  • Hilang: 260 jiwa
  • Terluka: 111 jiwa

Penduduk Terdampak: 141,8 ribu jiwa

2. Kerusakan Rumah:

  • Rusak Berat: (data tidak tampil di dashboard)
  • Rusak Sedang: (data tidak tampil di dashboard)
  • Rusak Ringan: 1,4K unit

3. Kerusakan Fasilitas Umum:

  • Jembatan: 29,33%
  • Fasilitas Pendidikan: 38,22%
  • Fasilitas Peribadatan: 28,89%
  • Fasilitas Kesehatan: 3,56%

Kerusakan ini menyebabkan terganggunya akses masyarakat serta proses pemulihan yang berjalan lebih lambat.

Sumatera Utara: 301 Tewas, 163 Hilang, 614 Terluka

Data terbaru dashboard BNPB per 3 Desember 2025 menunjukkan bahwa Sumatera Utara menjadi provinsi dengan jumlah penduduk terdampak terbesar.

1. Data Dampak Sumatera Utara:

  • Meninggal: 301 jiwa
  • Hilang: 163 jiwa
  • Terluka: 614 jiwa
  • Penduduk Terdampak: 1,7 juta jiwa
  • Jumlah Pengungsi: 56,7 ribu orang

2. Kerusakan Rumah:

  • Rusak Berat: (tidak ditampilkan)
  • Rusak Sedang: (tidak ditampilkan)
  • Rusak Ringan: (tidak ditampilkan)
Baca Juga  Basarnas Tegaskan Tidak Ada Daerah Terisolasi, Akses Udara dan Laut Diaktifkan Maksimal

3. Kerusakan Fasilitas Umum:

  • Fasilitas Pendidikan: 49,23%
  • Fasilitas Peribadatan: 44,62%
  • Fasilitas Kesehatan: 1,54%

Sumatera Utara mengalami banjir dan longsor di banyak titik sehingga memicu kerusakan fasilitas umum serta pemukiman. Upaya penanganan darurat masih terus dilakukan.

Infrastruktur & Pengungsian dalam Tekanan Berat

Lebih dari setengah juta warga atau 576,3 ribu jiwa kini tinggal di lokasi pengungsian. Banyak dari mereka kehilangan rumah, harta benda, dan akses air bersih.

Kerusakan rumah dan fasilitas umum memperlambat upaya pemulihan. Pemerintah daerah bersama BNPB telah mengaktifkan dapur umum, pos kesehatan, serta penyaluran bantuan logistik ke titik-titik pengungsian.

Upaya Pencarian dan Penyelamatan Masih Berlangsung

BNPB menegaskan bahwa data korban jiwa masih mungkin bertambah seiring perluasan operasi pencarian. Kondisi wilayah yang terputus membuat proses identifikasi dan evakuasi berlangsung lebih lama.

Pakar kebencanaan kembali menekankan pentingnya mitigasi bencana, termasuk penguatan sistem peringatan dini, rehabilitasi sungai, dan penataan ruang di wilayah rawan banjir dan longsor.