Scroll untuk baca artikel
Bencana AlamNasional

Prabowo Tinjau Lokasi Bencana di Tapanuli Tengah: Dari Dapur Umum hingga Pelukan Hangat bersama Bocah Korban

×

Prabowo Tinjau Lokasi Bencana di Tapanuli Tengah: Dari Dapur Umum hingga Pelukan Hangat bersama Bocah Korban

Sebarkan artikel ini
Prabowo Subianto memeluk bocah korban bencana di Tapanuli Tengah
Foto dok Facebook/PrabowoSubianto

QolamNews Pada Senin (1/12/2025), Prabowo Subianto mengunjungi Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Wilayah ini terdampak banjir dan longsor.

Presiden meninjau dapur umum, posko kesehatan, posko evakuasi, serta memastikan distribusi bantuan berjalan lancar.

Sesampainya di lokasi, Prabowo berinteraksi langsung dengan warga. Salah satu momen yang menyentuh terjadi saat ia memeluk seorang bocah korban bencana.

Baca Juga  Basarnas Tegaskan Tidak Ada Daerah Terisolasi, Akses Udara dan Laut Diaktifkan Maksimal

Bocah itu memanggil “Pak Gemoy” sambil melambai dari kejauhan.

Prabowo mendekat, memeluknya, lalu bertanya, “Kamu yang panggil aku, ya?” Ibunda sang anak kemudian mendoakan kesehatan Presiden.

Prabowo juga berbincang dengan tim BASARNAS yang sudah tujuh hari bertugas.

Ia mengapresiasi kerja keras mereka dalam proses evakuasi dan pertolongan di lapangan.

Di GOR Pandan, salah satu posko utama, Presiden mengecek kesiapan dapur umum dan ketersediaan logistik.

Baca Juga  Tok! Prabowo Resmi Umumkan Kenaikan Tunjangan Guru, Begini Detailnya

Ia memastikan layanan kesehatan dan bantuan untuk pengungsi berjalan tanpa hambatan.

Prabowo menyoroti sejumlah kendala, seperti jalur darat yang terputus dan minimnya pasokan BBM.

Ia menjanjikan pengiriman BBM melalui jalur laut dan percepatan pemulihan listrik di wilayah terdampak.

Presiden juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, mulai dari BASARNAS, TNI, Polri, hingga pemerintah daerah.

Baca Juga  Ketimpangan Ekonomi, Peringatan Prabowo Subianto untuk Dunia

Ia menegaskan bahwa kerja sama seluruh elemen sangat penting dalam menghadapi bencana.

Kunjungan Prabowo tidak hanya bersifat protokoler.

Momen bersama para pengungsi dan penyelamat menunjukkan empati dan komitmen nyata.

Di tengah masa pemulihan, kehadiran Presiden memberi harapan baru bagi warga yang terdampak bencana.