Scroll untuk baca artikel
Bencana AlamNasional

Basarnas Tegaskan Tidak Ada Daerah Terisolasi, Akses Udara dan Laut Diaktifkan Maksimal

×

Basarnas Tegaskan Tidak Ada Daerah Terisolasi, Akses Udara dan Laut Diaktifkan Maksimal

Sebarkan artikel ini
Korban Banjir Terisolasi di Sumatera Terus Dievakuasi
Korban Banjir Terisolasi di Sumatera Terus Dievakuasi

QolamNews Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menegaskan bahwa tidak ada lagi wilayah yang masuk kategori terisolasi pascabencana banjir dan longsor di beberapa daerah Sumatra.

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menyampaikan hal tersebut usai menghadiri rapat bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Syafii menegaskan seluruh area terdampak musibah bencaba masih dapat dijangkau melalui operasi udara maupun laut.

Syafii menjelaskan bahwa istilah “daerah terisolasi” biasanya muncul ketika jalur darat lumpuh akibat longsor atau banjir.

Baca Juga  Komdigi Serahkan 20 Perangkat Starlink untuk Percepat Komunikasi Penanganan Bencana di Aceh

Namun ia menegaskan bahwa Basarnas memiliki kemampuan menjangkau titik mana pun menggunakan helikopter, pesawat, kapal, atau perahu penyelamat.

Dengan berbagai armada tersebut, proses pencarian, evakuasi, dan distribusi bantuan tetap berjalan meskipun akses darat mengalami kerusakan parah.

“Bagi Basarnas, tidak ada kata daerah terisolasi. Kami bisa menjangkau lokasi korban melalui udara atau laut,” ujar Syafii. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini Basarnas belum menerima laporan baru tentang wilayah yang benar-benar tidak dapat dijangkau tim penyelamat.

Baca Juga  Banjir Maut Indonesia Penuh Kayu Gelondongan: Alarm Deforestasi Jawab Perbedaan Drastis dengan Thailand dan Vietnam

Sejak awal masa tanggap darurat, Basarnas mengerahkan helikopter, kapal KN SAR, kapal laut, perahu karet, serta personel dari berbagai kantor SAR di Indonesia.

Basarnas siagakan ribuan personel SAR untuk mempercepat evakuasi korban, menyisir area terdampak, dan menyalurkan bantuan logistik ke titik yang sulit dijangkau jalur darat.

Sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebelumnya sempat laporan terputusnya akses jalan, jaringan listrik, dan sinyal telekomunikasi.

Baca Juga  Korban Banjir & Longsor Sumatra Terbaru: 753 Meninggal, 650 Hilang (Update 3 Desember 2025)

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran mengenai keterlambatan evakuasi. Namun Basarnas memastikan operasi udara dan laut mampu menutup celah tersebut sehingga bantuan tetap dapat tersalurkan.

Pernyataan Basarnas ini meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kesiapan pemerintah dalam menangani bencana skala besar.

Dengan memaksimalkan jalur udara dan laut, Basarnas menargetkan seluruh proses penyelamatan dapat berlangsung lebih cepat dan merata di semua titik terdampak.