Aceh, QolamNews – Banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh membuat empat kabupaten—Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Singkil—tetap berada dalam kondisi terisolir.
Bencana ini menghancurkan jalan serta jembatan utama, sehingga seluruh akses darat terputus dan menghambat penyaluran bantuan bagi warga yang membutuhkan.
BNPB mencatat kerusakan parah di jalur penghubung antarkabupaten. Petugas menemukan sejumlah titik longsor yang menutup badan jalan, terutama di kawasan Bener Meriah.
Tim gabungan langsung mengerahkan alat berat untuk membuka akses, namun cuaca buruk dan material longsor yang menumpuk membuat proses berlangsung lambat.
Petugas dan relawan juga bergerak cepat untuk menyalurkan logistik ke wilayah terisolir. Karena kendaraan tidak bisa melintas, mereka memilih berjalan kaki dan memikul bantuan secara manual.
Pemerintah daerah memperingatkan bahwa persediaan logistik di beberapa kecamatan semakin menipis dan hanya mampu bertahan dalam waktu singkat.
Situasi di Aceh Singkil semakin mengkhawatirkan. Warga melaporkan bahwa stok makanan, air bersih, dan kebutuhan dasar lain hampir habis. BPBD mendorong percepatan penyaluran bantuan karena logistik yang tersisa hanya mencukupi untuk satu hari.
Pemerintah menyiapkan opsi pengiriman bantuan melalui udara agar distribusi tidak terhambat kondisi jalan.
Kepala BNPB, Letjen Suharyanto, menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan pembukaan akses utama. Tim di lapangan bekerja tanpa henti untuk menyingkirkan material longsor dan memperbaiki bagian jalan yang rusak.
Ia juga meminta lembaga terkait mempercepat koordinasi agar bantuan dapat menjangkau seluruh warga terdampak.
Ratusan ribu warga di dataran tinggi Aceh kini mengandalkan bantuan darurat. Rusaknya jalur logistik, terputusnya komunikasi, dan terbatasnya persediaan membuat kondisi lapangan semakin kritis.
Pemerintah pusat dan daerah terus mempercepat penanganan agar kebutuhan masyarakat terpenuhi dan akses wilayah segera pulih.
source : detik.com











