Scroll untuk baca artikel
Nasional

Gaji Rp 3 Miliar/Tahun, Admin Judol Asal Indonesia Malah Ingatkan “Miskin Jangan Judi”

×

Gaji Rp 3 Miliar/Tahun, Admin Judol Asal Indonesia Malah Ingatkan “Miskin Jangan Judi”

Sebarkan artikel ini

Viral Pengakuan Admin Judol Indonesia

Gaji Rp 3 Miliar/Tahun, Admin Judol Asal Indonesia
Gaji Rp 3 Miliar/Tahun, Admin Judol Asal Indonesia

Qolamnews.com – Jagat maya kembali diguncang dengan sebuah video yang beredar luas di platform OmeTV.

Dalam tayangan berdurasi sekitar empat menit itu, seorang perempuan asal Indonesia mengaku dirinya bekerja sebagai admin judi online atau yang kerap disingkat judol.

Pengakuan tersebut menjadi viral setelah potongan video diunggah ke media sosial Twitter (X) pada akhir Juli 2025.

Hingga kini, cuplikan video tersebut sudah ditonton puluhan ribu kali dan menuai ribuan komentar dari warganet.

Dalam video, perempuan itu tidak segan memperlihatkan ruang kerjanya di Thailand, lengkap dengan deretan komputer dan tumpukan uang Bath.

Ia menyebut kantornya benar-benar beroperasi layaknya perusahaan rintisan (startup) dengan banyak karyawan.

Namun yang membuat publik tercengang adalah pengakuannya soal gaji yang fantastis dan sikapnya yang justru menyindir masyarakat kecil agar tidak tergoda bermain judi online.

Gaji Fantastis, Rp 3 Miliar Setahun

Salah satu bagian yang paling banyak menyita perhatian publik adalah pernyataannya soal gaji. Dengan santai, ia menyebut bahwa dirinya menerima bayaran sekitar Rp 3 miliar per tahun.

Angka itu jelas jauh melampaui pendapatan pekerja kantoran biasa di Indonesia, bahkan lebih tinggi dari gaji tahunan pejabat publik.

Meski mengaku mendapat bayaran selangit, ia justru menyampaikan sindiran pedas kepada masyarakat. Dalam video, ia berkata, “Miskin jangan judi.” Pernyataan itu seketika menjadi sorotan warganet.

Banyak yang menilai kalimat tersebut arogan, seolah-olah menyalahkan masyarakat kecil yang terjebak dalam praktik perjudian daring.

Namun, tidak sedikit pula yang menilai ucapannya sebagai bentuk sindiran terhadap korban judi online yang kerap terlilit utang karena tergoda janji keuntungan instan. Ujarannya pun menuai pro dan kontra di dunia maya.

Pemilik Judol Raup Triliunan per Hari

Selain mengungkapkan gajinya, perempuan itu juga membeberkan bagaimana bisnis judi online menghasilkan keuntungan yang luar biasa besar.

Ia menyebut pemilik platform bisa meraup keuntungan hingga triliunan rupiah per hari.

Jumlah itu dianggap masuk akal, mengingat jutaan orang di Asia Tenggara diduga masih aktif bermain di platform semacam ini.

Ia juga menunjukkan ruang kerja tempat ia bertugas.

Dalam rekaman, terlihat puluhan komputer berjajar rapi, dipakai untuk mengelola sistem permainan dan transaksi para pengguna.

Kondisi tersebut membuat publik semakin yakin bahwa praktik judi online dikelola secara profesional dan terstruktur, bukan sekadar usaha sembarangan.

Bisa Lolos Hukum karena “Bayar Bandara”

Pengakuan lain yang membuat geger adalah soal kemampuannya keluar masuk Indonesia dengan mudah meski bekerja di industri ilegal.

Ia menyebut dirinya bisa lolos dari jerat hukum dengan cara “membayar orang bandara.” Ungkapan ini sontak menimbulkan tanda tanya besar: benarkah ada oknum yang memfasilitasi pelaku kejahatan lintas negara?

Warganet pun ramai-ramai mengomentari hal ini. Sebagian menilai pernyataan tersebut membuktikan adanya celah besar dalam pengawasan aparat.

Namun ada juga yang skeptis, menganggap ucapannya hanya bualan untuk menambah sensasi.

Respons Netizen dan Pengamat

Seiring viralnya video tersebut, respons warganet pun beragam. Ada yang menganggap pengakuan sang admin judol sebagai bentuk pamer keberhasilan bekerja di industri terlarang.

Namun ada pula yang justru melihatnya sebagai sinyal permintaan tolong terselubung.

Sebab, banyak pekerja di sektor judi online, khususnya yang direkrut ke luar negeri, dilaporkan mengalami eksploitasi dan kesulitan untuk pulang.

Di sisi lain, sejumlah pengamat menyoroti fenomena ini sebagai bukti lemahnya pemberantasan judi online di Indonesia.

Menurut mereka, jika benar ada WNI yang bisa bebas bekerja di luar negeri di bidang ini dan tetap keluar-masuk Indonesia tanpa hambatan, maka perlu ada evaluasi serius terhadap penegakan hukum.

Dampak Sosial Judi Online

Fenomena ini tidak bisa dilepaskan dari dampak sosial yang ditimbulkan oleh judi online.

Di Indonesia, ribuan orang dilaporkan terlilit utang karena tergoda bermain judi daring.

Kominfo sendiri telah menutup jutaan situs dan aplikasi terkait judi online, namun tetap saja muncul situs baru yang beroperasi dengan server luar negeri.

Kerugian akibat judi online tidak hanya finansial, tetapi juga psikologis dan sosial.

Banyak keluarga yang retak akibat salah satu anggota terjerat kecanduan.

Tidak sedikit pula kasus kriminal yang bermula dari kebutuhan menutup kerugian akibat berjudi.

Penegakan Hukum di Indonesia

Pemerintah Indonesia melalui Kominfo, Polri, dan lembaga terkait sudah berulang kali menyatakan komitmennya memberantas judi online.

Pemblokiran situs terus dilakukan, dan aparat telah menangkap sejumlah operator.

Namun tantangan besar tetap ada: mayoritas server judi online berada di luar negeri, sehingga sulit dijangkau hukum nasional.

Fenomena admin judol yang viral ini semakin menegaskan bahwa masih banyak pekerjaan rumah bagi pemerintah.

Selain penindakan, edukasi masyarakat agar tidak tergoda iming-iming cepat kaya dari judi daring juga sangat penting.

Penutup

Viralnya pengakuan seorang perempuan Indonesia yang bekerja sebagai admin judol di Thailand telah membuka mata publik tentang betapa besar dan seriusnya persoalan judi online.

Dengan gaji mencapai Rp 3 miliar per tahun, ia justru menyindir masyarakat miskin agar jangan berjudi.

Ucapan itu menimbulkan perdebatan, antara dianggap arogan hingga dilihat sebagai bentuk sindiran sosial.

Apapun interpretasinya, fenomena ini menunjukkan dua hal penting: betapa menggiurkannya bisnis ilegal judi online, dan betapa rentannya masyarakat kecil terhadap jebakan tersebut.

Pesan yang perlu digarisbawahi adalah, meski tampak menggiurkan, judi online tetap membawa dampak buruk bagi individu maupun negara.

Masyarakat Indonesia diharapkan lebih waspada, sementara aparat perlu memperkuat langkah penegakan hukum untuk memutus rantai bisnis ilegal ini.