QolamNews – Pemerintah bergerak cepat menanggapi dugaan kecurangan dalam pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) 2025 yang diikuti ribuan siswa SMA, SMK, dan Paket C di seluruh Indonesia.
Temuan awal menunjukkan adanya pola jawaban seragam dan aktivitas login mencurigakan selama ujian daring berlangsung.
Daftar Isi
BSKAP Lakukan Audit Digital Menyeluruh
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) segera melakukan audit digital menyeluruh.
Tim teknologi informasi BSKAP melacak jejak digital peserta, termasuk log sistem, waktu pengerjaan, serta rekaman aktivitas login peserta.
“Kami tidak akan mentolerir pelanggaran yang mencederai prinsip kejujuran akademik,” ujar pejabat BSKAP.
Audit ini melibatkan tim forensik data untuk memastikan proses berjalan objektif dan berbasis bukti.
Itjen Kemendikbudristek Perluas Investigasi Kecurangan TKA 2025
Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbudristek memperluas investigasi dengan memverifikasi hasil audit digital di seluruh daerah.
Itjen juga bekerja sama dengan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) untuk mengamankan bukti digital seperti log server dan data login peserta.
Dugaan kecurangan mengarah pada penggunaan aplikasi otomatis (auto-answer tools) dan fitur remote control dari pihak ketiga yang membantu peserta menjawab soal.
Meskipun sistem ujian sudah dilengkapi autentikasi wajah dan enkripsi data, BSKAP mengakui adanya potensi celah keamanan pada platform daring.
Reaksi Publik dan Tuntutan Audit Ulang
Publik, terutama kalangan guru dan orang tua, menyoroti isu ini dengan serius.
Seorang kepala sekolah di Jawa Timur menegaskan, “Kalau sistemnya masih bisa disusupi, makna evaluasi nasional akan hilang. Pemerintah harus menjamin keadilan bagi peserta yang jujur.”
Sejumlah pihak mendesak agar hasil TKA 2025 di daerah dengan skor tinggi tidak wajar diaudit ulang. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga integritas dan kredibilitas asesmen pendidikan nasional.
Pemerintah Tegaskan Komitmen Integritas Digital
Pemerintah menegaskan komitmen menjaga kejujuran akademik di era digital.
Audit yang sedang berlangsung diharapkan mampu mengungkap pola penyimpangan dan memperkuat keamanan sistem ujian daring nasional.
Dengan langkah ini, Kemendikbudristek berharap TKA benar-benar menjadi alat ukur kompetensi yang adil, transparan, dan bebas manipulasi teknologi.












