Scroll untuk baca artikel
Nasional

Ratusan Driver Ojol di Pasuruan Tuntut Ganti Rugi Motor Brebet Usai Isi Pertalite

×

Ratusan Driver Ojol di Pasuruan Tuntut Ganti Rugi Motor Brebet Usai Isi Pertalite

Sebarkan artikel ini

Aksi Demo Ojol di DPRD Pasuruan

ojol pasuruan demo
Ratusan Driver Ojol di Pasuruan Tuntut Ganti Rugi Motor Brebet Usai Isi Pertalite. (Foto: Dok. malang.viva.co.id/@Hari Mujianto)

QolamNews Selasa pagi (4/11/2025), sekitar pukul 09.00 WIB, ratusan driver ojol Pasuruan mendatangi kantor DPRD Kota Pasuruan. Mereka menuntut ganti rugi atas kerusakan motor setelah mengisi Pertalite.

Para pengemudi berkonvoi dari beberapa titik, salah satunya di depan GOR Untung Suropati.

Mereka berjalan kaki sejauh 500 meter menuju kantor dewan sambil membawa spanduk dan poster.

Dalam orasinya, para driver menilai kualitas Pertalite menurun. Akibatnya, motor menjadi brebet, cepat panas, tarikan berat, bahkan mogok.

Keluhan dan Tuntutan Pengemudi Ojol

Koordinator aksi, M. Yunus, menjelaskan sekitar 200 motor ojol mengalami kerusakan. Ia menegaskan, para pengemudi harus mengeluarkan biaya besar untuk memperbaiki motor.

Sementara itu, pendapatan mereka terus menurun. Yunus meminta DPRD dan pemerintah segera bertindak mencari solusi cepat.

Para driver menyampaikan lima tuntutan utama kepada DPRD Pasuruan. Mereka menolak pencampuran etanol (bioetanol) pada BBM karena dinilai merusak mesin.

Mereka juga menuntut pengawasan kualitas Pertalite, audit independen BBM, ganti rugi pengemudi terdampak, dan pembentukan posko pengaduan BBM di masa depan.

Baca Juga  Pertamina Buka 15 Posko Aduan BBM di Jawa Timur, Ini Daftar Lokasinya

DPRD Janji Tindak Lanjut

Ketua DPRD Kota Pasuruan, M. Toyib, menerima aspirasi para driver. Ia berjanji memanggil SPBU dan pihak Pertamina untuk membahas masalah ini. Toyib juga meminta para pengemudi membuat laporan tertulis sebagai dasar penanganan resmi.

Aksi tersebut sempat menyebabkan kemacetan di jalur Pantura Pasuruan. Polisi menutup sementara jalan utama dan mengalihkan arus kendaraan. Setelah audiensi, massa membubarkan diri dengan tertib.

Respons Pertamina dan Isu BBM

Menurut para pengemudi, Pertamina belum memberikan solusi konkret.

Perusahaan memang menawarkan bengkel mitra untuk perbaikan, tetapi banyak driver kesulitan memenuhi syarat seperti bukti pembelian BBM dan rekaman CCTV SPBU.

Baca Juga  Pertamina Buka 15 Posko Aduan BBM di Jawa Timur, Ini Daftar Lokasinya

Masalah ini menimbulkan pertanyaan besar soal mutu bahan bakar bersubsidi. Para driver ojol merasa dirugikan karena motor mereka rusak dan biaya operasional meningkat. Mereka mendesak pemerintah dan Pertamina menjaga keandalan BBM Pertalite agar tidak merugikan pengguna harian.

Kesimpulan

Aksi ratusan driver ojol Pasuruan menyoroti pentingnya pengawasan mutu BBM Pertalite.

Dengan tindakan cepat dan mekanisme ganti rugi yang adil, para pengemudi berharap keberlangsungan profesi mereka tetap terjaga. Isu ini menjadi cermin penting bagi pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara subsidi energi dan perlindungan konsumen.