Scroll untuk baca artikel
Nasional

Motor Brebet Usai Isi Pertalite, Armuji Sidak SPBU dan Temukan Dugaan Bensin Campur Air

×

Motor Brebet Usai Isi Pertalite, Armuji Sidak SPBU dan Temukan Dugaan Bensin Campur Air

Sebarkan artikel ini
Pertalite tercampur air Surabaya
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji sidak di SPBU Surabaya | Foto tangkap layar Youtube/@Armuji

Surabaya, QolamNews Sejumlah pengemudi ojek online di Surabaya mengeluhkan motor brebet dan mogok setelah mengisi BBM jenis Pertalite.

Menanggapi laporan itu, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU Jalan Rajawali.

Dalam sidak tersebut, Armuji menemukan Pertalite diduga tercampur air.

Ia menunjukkan botol berisi bahan bakar yang terlihat memiliki dua lapisan cairan berbeda. “Ada lapisan air di bawahnya. Ini tidak boleh dibiarkan karena merugikan masyarakat,” ujar Armuji.

Keluhan Pengemudi: Mesin Lemah, Busi Berubah Warna

Beberapa pengemudi mengaku busi motor berubah kuning dan performa mesin menurun setelah mengisi Pertalite di SPBU itu. Setelah mengganti bahan bakar ke Pertamax, kendaraan kembali normal.

Armuji menyebut temuan itu harus segera diselidiki karena bisa jadi indikasi BBM Pertalite bermasalah. Ia menegaskan Pertamina Patra Niaga sebagai penyalur resmi wajib menjamin kualitas BBM Pertamina yang beredar di masyarakat.

Respons Pertamina dan Langkah Pemerintah

Menanggapi sidak tersebut, Pertamina Patra Niaga menyampaikan apresiasi atas kepedulian pemerintah daerah.

Baca Juga  Pertamina Buka 15 Posko Aduan BBM di Jawa Timur, Ini Daftar Lokasinya

Namun, mereka menegaskan perlu ada uji mutu Pertalite lebih lanjut oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

Lemigas telah mengambil sampel di beberapa SPBU di Jawa Timur, termasuk Surabaya, dan menyebut hasil uji sementara masih sesuai spesifikasi Pertamina.

Meski begitu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan akan memberikan sanksi tegas jika terbukti ada pelanggaran distribusi BBM bersubsidi.

Menteri Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi pelanggaran yang merugikan konsumen. “Kalau terbukti ada penyimpangan, tentu akan ada sanksi,” ujarnya.

Baca Juga  Pertamina Buka 15 Posko Aduan BBM di Jawa Timur, Ini Daftar Lokasinya

Imbauan untuk Masyarakat

Armuji meminta masyarakat menyimpan struk pembelian BBM dan nota servis kendaraan jika mengalami kerusakan setelah mengisi Pertalite.

Bukti itu penting untuk laporan ke SPBU atau Pertamina Surabaya.

“Jangan diam kalau ada masalah. Laporkan agar bisa ditindaklanjuti,” tegas Armuji.

Ia juga mengingatkan bahwa kualitas BBM Pertamina harus menjadi prioritas agar masyarakat tidak dirugikan.

Kasus Pertalite tercampur air di Surabaya ini menjadi pengingat penting bagi Pertamina untuk memperketat pengawasan distribusi BBM, terutama di SPBU wilayah padat seperti Surabaya.